Teks Esai "Wonder"
Merubah Cara Pandang melalui “Wonder”
Oleh: Aisy

Wonder adalah salah satu film
bergenre drama keluarga. Wonder sendiri berarti keajaiban dalam
bahasa Indonesia. Keajaiban yang
dimaksud dalam film adalah tokoh utama, Auggie.
Auggie mungkin memiliki wajah yang berbeda dari wajah anak kebanyakan,
namun ia juga bersikap normal seperti anak lainnya secara kepribadian. Ia menyukai “Star Wars”, ia juga memiliki
cita-cita, dan ia pintar dalam ilmu pengetahuan alam.
Tak seperti cerita pada
umumnya, film ini menyuguhkan cerita dari berbagai sudut pandang. Cerita dikisahkan melalui berbagai sudut
pandang tokoh yang ada. Hal ini menjadi
suatu hal yang menarik bagi penonton.
Saya merasa bahwa, berbagai cerita dari sudut pandang tokoh yang berbeda
ini sangat menarik, dan ini adalah film pertama yang saya lihat mengangkat tema
keluarga dengan mengambil sudut pandang beberapa tokohnya.
Tak hanya sudut pandang yang
diambil dari beberapa tokoh, cerita mengenai anak yang memiliki kelainan wajah
ini sangat memotivasi. Film ini dapat
menyadarkan penontonnya untuk merubah cara pandang terhadap suatu hal. Sesuatu boleh tampak buruk dari luar, namun
tidak berarti dari dalam pun masih sama buruknya. Kita dapat belajar untuk dapat menghargai dan
menghormati perbedaan.
Sikap saling menghormati
setiap orang memang sangat penting dilakukan.
Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing, dengan tingkat kesulitan sesuai dengan masing-masing
orang. Auggie boleh memiliki masalah
penampilan, sehingga selalu dihina dan direndahkan oleh teman-temannya, namun
ia mendapat perhatian besar dari orang tuanya. Berbeda dengan masalah Via, kakak Auggie yang
merupakan putri sulung di keluarga Pullman.
Via memang terlahir normal, namun ia juga memiliki masalahnya sendiri
dan terkadang cemburu pada Auggie karena banyak mendapat perhatian dari orang
tuanya, Dari sana, kita dapat melihat
sendiri bahwa setiap orang memiliki masalahnya dengan kadarnya masing-masing,
jangan merasa diri sendiri lah yang paling sengsara.
Kisah mengenai kehidupan
sekolah tergambar dengan baik dalam film ini.
Kehidupan sekolah yang masih penuh dengan perundungan diceritakan sesuai
seperti kehidupan nyata sekarang. Berlatar
belakang di Negara barat yang sudah termasuk Negara maju, tidak menjanjikan
tidak akan ada hal semacam perundungan.
Hal itu menunjukkan maju tidaknya Negara tidak dapat menjamin tidak akan
adanya penindasan hak kemanusiaan di dalamnya, bahkan di lingkungan
sekolah. Seringkali, kita tak bisa
menerima perbedaan yang ada dan cenderung menolaknya bahkan menghina
perbedaan. Keseharian Auggie yang penuh
dengan ejekan dari teman-temannya menggambarkan manusia yang cenderung menolak
perbedaan. Hal itu menjadi bahan
evaluasi tersendiri bagi kita semua.
Setelah menonton film ini, cara pandang saya terhadap perbedaan sedikit
berubah dan berusaha untuk tidak mencela adanya perbedaan.
Tak hanya kehidupan sekolah,
dalam film ini juga diperlihatkan karakter setiap anak dalam menanggapi
perbedaan. Ada anak yang bersikap
menolak keras perbedaan dan menjadikan perbedaan sebagai bahan perundungan,
namun ada juga yang bersikap lapang dada menerima perbedaan. Pada awal masuk sekolah Auggie diperkenalkan
dengan tiga orang anak yang mewakili karakter anak dalam menyikapi perbedaan,
mereka adalah Julian, Jack Will, dan Charlotte.
Julian tidak bisa menerima cacat fisik Auggie dan malah
merundungnya. Jack Will awalnya ragu
menerima Auggie, namun pada akhirnya ia mau berteman dengan Auggie. Sedangkan Charlotte, ia tidak peduli pada
perbedaan, dan tidak mau ikut campur saat terjadi perundungan. Hal tersebut sangat sesuai dengan kenyataan
pada kehidupan sehari-hari, dan hal ini menyadarkan kita akan sikap kita dalam
menanggapi perbedaan.
Terlepas dari sikap orang
lain terhadap kita, masih ada orang-orang yang sudah memiliki pikiran terbuka
dan mau menjadi pendukung kita dan menerima kita apa adanya. Dalam film ini, sosok guru dalam film
sangatlah menginspirasi. Guru-guru dalam
film tersebut cenderung memberi rasa nyaman kepada Auggie untuk bisa berbaur
dengan teman-temannya, seperti halnya Pak Tushman, kepala sekolah yang kerap
kali memberi nasihat singkat untuk menghibur Auggie dalam menghadapi teman-temannya. Bahkan, wali kelasnya, Mr.Browne juga dapat
mencairkan suasana kelas yang mengarah pada perundungan, dan segera
mengarahkannya kembali kepada pelajaran.
Semua tokoh dalam cerita berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan
diri Auggie.
Hubungan erat antar anggota
keluarga ikut mempermanis suasana dalam film ini. Setiap orang dalam anggota keluarga August
Pullman atau Auggie sangat berperan penting dalam memberi dukungan dan kenyamanan. Kasih saying antar setiap orang dalam
keluarga tersebut dapat jelas terasa oleh kita.
Bagi saya sendiri, hal tersebut sangat meyentuh, terutama bagaimana Via,
kakak Auggie, yang terkadang merasa cemburu pada Auggie, tetapi justru sangat
menyayangi adiknya dan selalu memberi dukungan pada Auggie dalam menghadapi
masalahnya di sekolah. Hal itu terasa
manis dan mengharukan pada film tersebut.
Selain itu, macam-macam
teman dapat dilihat dalam film ini. Kita
dapat mengetahui kriteria teman sejati melalui karakter Jack Will. Awalnya mungkin ia ragu berteman dengan Auggie,
namun akhirnya ia memilih berteman dengan Auggie dan menerima segala
kekurangannya. Jack Will mau berteman
dengan Auggie secara tulus tanpa maksud lain.
Menghargai perbedaan dan
menghormati sesama adalah pesan utama yang ingin disampaikan dalam film
ini. Tak hanya berputar pada masalah
keluarga, tetapi juga melihat permasalahan di lingkungan sekolah. Besarnya pengaruh orang tua dalam perkembangan
mental anak berartisangat besar. Anak
sangat mendambakan perhatian orang tua walaupun sekecil apapun seperti yang
digambarkan pada karakter Via. Selain
itu juga melalui karakter Miranda, kita tahu bahwa hubungan orang tua yang
tidak baik dapat memengaruhi perkembangan anak.
Tak hanya itu, dorongan
orang tua untuk mengajak anak kepada kebaikan juga terlihat berperan penting
dalam film ini. Pada awalnya Jack Will tidak
peduli terhadap Auggie, namun berkat dorongan ibunya, Jack Will menjadi berniat
untuk berteman dengan Auggie, dan hal itu terus berlanjut sampai akhir
film. Semua hal dalam film disajikan
menarik dan sesuai dengan kisah sehari-hari.
Film Wonder memang
memiliki alur yang baik dan model penceritaan yang unik. Benang merah dalam cerita adalah sama, hanya
saja disajikan dalam berbagai versi sehingga menarik untuk ditonton. Tak hanya cocok ditonton oleh anak-anak, film
ini juga menarik untuk ditonton oleh remaja dan anak-anak. Keajaiban dalam film ini menjadi terasa hidup
berkat ceritanya yang menarik dan mudah dimengerti.
~~~
Cat: Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangannya, teks ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas sekolah pada masanya. Kritik dan saran silakan disampaikan pada kolom komentar. Bagi siapapun yang akan menggunakan teks ini,pergunakan dengan bijak dan baik, jangan lupa cantumkan sumber yaa, terima kasih :)
